Demokratisasi Desa

Proses demokratisasi Desa harus dilihat secara menyeluruh. Demokratisasi bukan semata-mata berlangsungnya prosedur demokratis, melainkan juga tumbuhnya nilai dan kultur demokratis di tengah masyarakat Desa. Tanpa memperhatikan berkembangnya nilai dan kultur demokratis di tingkat masyarakat, seluruh mekanisme demokrasi akan terjerat penting Pendampingan, baik oleh KPMD ataupun Pendamping Desa. Pendamping perlu membangun hubungan baik dengan seluruh unsur Masyarakat, dan mampu berkomunikasi sejajar dengan setiap unsur penyelenggara Pemerintahan Desa.

Prakarsa masyarakat Desa harus ditumbuhkan, beriring dengan kapasitas dalam memetakan kebutuhan, membangun argumentasi, kapasitas berargumentasi, dan sekaligus kehangatan sosial dalam hidup berdesa. Kapasitas- kapasitas tersebut sangat penting karena

  1. menentukan kemampuan masyarakat dalam proses-proses deliberasi yang mengutamakan musyawarah,
  2. menentukan pola hubungan antara masyarakat atau warga Desa dengan elit Desa yang selama ini cenderung bersifat feodalistik. Sekaligus penting karena
  3. melalui kapasitas tersebut, Desa sebagai self-organizing community dapat bertahan dan semakin maju dalam payung hukum Negara Republik Indonesia.

Selengkapnya dapat dibaca dalam buku “Demokratisasi Desa” yang dapat diunduh di bawah ini,

BUKU 3 : DEMOKRATISASI DESA.pdf – 868 KB

 

 Dan untuk Serial Buku Desa lengkap silahkan klik disini.

© 2017, bastamanography.id.

saya percaya para pengunjung dan pembaca tulisan-tulisan di website ini adalah mereka yang termasuk golongan cerdas dan terpelajar, yang mampu berkata santun, berkritik disertai saran yang membangun dalam berkomentar, terima kasih ..