In Memoriam : Morgan’s Pub & Classic Disco

let’s groove tonight, share the spice of life

baby slice it right, we’re gonna groove tonight

let this groove get you to move; it’s alright, alright

let this groove light up the fuse, so stand up

alright, alright

….

Penggalan lirik lagu “Let’s Groove” dari grup band Earth, Wind and Fire jadi teringat Morgan’s Pub & Classic Disco Hotel Aston Atrium Jakarta atau lebih sering disebut “Morgan” saja, yang berada di bilangan segitiga emas Atrium Senen, Jakarta Pusat ini berjaya sebagai pilihan utama para penyuka hiburan malam dengan menikmati live music “classic disco” dari home band yang beraksi di setiap hari Kamis, Jumat dan Sabtu pada era tahun 1995 – 2000. Namun pub ini berhenti beraktivitas di pertengahan tahun 2000-an yang kemudian beralihnya manajemen hotel sehingga berganti nama menjadi Lumire Hotel & Convention Center, dan sepengetahuan saya, dibawah manajemen yang baru ini, Morgan tidak diaktifkan kembali.

Kangen juga berkumpul dengan teman-teman baru “sepenongkrongan” yang hanya bertemu di pub ini di setiap minggu, apalagi di hari Jumat seperti ini, biasanya semua sudah membuat janji untuk datang ke Morgan. Bahkan sampai-sampai masuk daftar tamu VVIP karena bisa pinjam ruang manager pub (mungkin lebih tepat disebut “kudeta” 😀  ) di saat lantai pub penuh sesak oleh tamu pub dan kami semua tidak bisa bercengkerama dan bercanda tawa dengan bebasnya.

Menjadi tamu undangan khusus di setiap event yang diadakan pub pun hanya dengan sms atau sekedar kabar melalui telepon dari pihak manajemen hotel atau pub, bahkan untuk special event atau private party sekalipun,  sehingga bisa memasuki pub hanya dengan melambaikan tangan tanpa harus membeli tiket atau memberi “uang rokok” kepada para “guard” yang berdiri bagaikan arca di pintu masuk agar bisa masuk dibawah harga tiket masuk yang bikin ill-feel, hehehehe.

Morgan’s Pub & Classic Disco Bar Table

Kangen bukan hanya karena kualitas lagu atau penyanyi seksi dari home band lokal Indonesia, yang dapat diakui kualitas bermain musiknya tidak kalah dengan home band dari luar negeri yang sedang eksis manggung di cafe-cafe besar seperti Hard Rock Cafe di Sarinah Thamrin, Jakarta di masa itu, tapi suasana kekeluargaan antara tamu-tamu yang adiksi (Morgan Addicted Guests) sehingga menambah pertemanan dari berbagai kalangan dan juga para karyawan pub dan hotel mulai dari GM Aston Atrium Hotel dan para manager, terutama manajer pub (untuk akses utama ke pub), bartender (untuk akses minum sepuasnya dan gak sesuai dengan tagihannya, pasti jauh lebih murah, hahahaha) dan petugas cashier + waiter/waitress (untuk bohong-bohongin manajer & bartender, bwahahahaha), gak ketinggalan Home DJ Morgan’s, mas Sani yang bisa dibooking buat pasang lagu yang itu-itu aja sampai tamu lain bingung & (mungkin) berpikir, “ini DJ gak punya stock lagu lain ya??”  🙂

By the way .. pada kemana lu semua??? Missed you all friends .. for laugh and for friendship .. 

 

© 2016 – 2017, bastamanography.id.

saya percaya para pengunjung dan pembaca tulisan-tulisan di website ini adalah mereka yang termasuk golongan cerdas dan terpelajar, yang mampu berkata santun, berkritik disertai saran yang membangun dalam berkomentar, terima kasih ..