Islam Erotis

Intro

Di tengah keriuhan dan tensi yang mulai meninggi menjelang Pemilihan Kepala Daerah Jakarta, rasanya kita perlu rileks sejenak menikmati anekdot lucu, segar, dan menyegarkan tentang cinta dan erotika yang disuguhkan oleh Isbahani. Membaca karya monumental ulama abad ke-10 itu, Kitab al-Aghani (Buku Musik), kita dibawa menelusuri dunia paradoksal, minimal, dalam imajinasi kita yang hidup di abad ke-21.

Berbicara tentang ulama-ulama Abad Pertengahan di Timur Tengah, segera terbayang seorang bersorban dengan jenggot lebat memutih dan tasbih mengalir di jarinya. Mengobral janji surga dan ancaman neraka, mengharamkan ini dan itu. Mungkin kita perlu merombak pikiran primitif itu manakala kita baca Kitab al-Aghani. Isbahani telah menunjukkan kepada kita, Islam lebih terbuka terhadap seks dan hal-hal yang terkait dengan seksualitas ketimbang kaum Muslim.

Kitab al-Aghani bukan hanya merekam, mengilustrasikan, dan memandu lirik-lirik lagu syahdu nan romantis, tapi juga menceritakan kisah-kisah asmara dan adegan bercumbu yang aduhai. Betapa terbukanya Isbahani mempublikkan beragam kisah yang sekarang cukup dinikmati di ruang privat sehingga gambar orang pakai baju renang pun perlu diblur.

Ibnu Khaldun memberikan kesaksian penting tentang Kitab al-Aghani yang sebagian kisah erotisnya akan dikutip di sini. “Sepanjang yang saya tahu,” ujar sejarawan Muslim kesohor itu, “tak ada karya yang bisa diletakkan selevel dengan buku ini.”

© 2016 – 2017, bastamanography.id.

saya percaya para pengunjung dan pembaca tulisan-tulisan di website ini adalah mereka yang termasuk golongan cerdas dan terpelajar, yang mampu berkata santun, berkritik disertai saran yang membangun dalam berkomentar, terima kasih ..