Kendali Biaya Tidak Identik Dengan Mutu Pelayanan Sub-standar

Saat ini telah melewati 1000 hari era Jaminan Kesehatan Nasional. Diharapkan terbangun kendali mutu dan kendali biaya dalam pelayanan kesehatan yang sesuai dengan Standar Pelayanan Kedokteran tetapi tidak menurunkan standar mutu layanan sehingga kepuasan pasien dan mutu pelayanan dapat meningkat.

Sejalan dengan hal tersebut, pada pelaksanaan JKN di rumah sakit, Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) melaksanakan Seminar dan Hospital Expo (19/10), dengan tema “Strategi Rumah Sakit Dalam Aplikasi Good Corporate Governance dan Good Clinical Governance Menghadapi Tantangan Universal Health Coverage”.

“Kendali biaya tidak identik dengan mutu pelayanan substandar, mutu pelayanan dapat dilihat melalui Akreditasi Rumah Sakit, akreditasi ini sangat penting, bukan hanya menjadi persyaratan kerjasama RS dengan BPJS tetapi merupakan suatu instrumen untuk menilai mutu dan keselamatan pasien di RS, disamping itu juga dapat digunakan sebagai instrumen RS untuk mencapai tata kelola organisasi dan tata klinis yang baik” ujar Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, Sp.M (K) dalam sambutannya membuka secara resmi Seminar Nasional Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) ke 14 dan Hospital Expo ke 29, Rabu pagi (19/10).

Terkait hal tersebut Menkes menghimbau agar PERSI dapat membimbing dan mendorong anggotanya untuk segera melaksanakan akreditasi Rumah Sakit, agar Rumah Sakit selalu memberikan dan meningkatkan mutu pelayanan  dalam rangka membangun Tata Kelola Organisasi dan tata kelola klinik yang baik.

“Tantangan kedepan Rumah Sakit dalam Tata Kelola Organisasi dan Klinik yang baik adalah mengembangkan konsep Rumah Sakit ramah lingkungan dan Konsep smart hospital” tegas Prof. Nila dihadapan sekitar 500 peserta seminar.

Menkes juga menambahkan bahwa dalam menghadapi persaingan global dan tuntutan masyarakat saat ini, diharapkan RS mulai memanfaatkan teknologi informasi era digital dalam upaya membangun sistim pelayanan kesehatan.

“Oleh karena itu Saya mendorong agar RS dapat berkembang menjadi smart hospital, dimana yang dimaksud adalah pemanfaatan suatu aplikasi administrative, klinis dan aplikasi lainnya. Dengan membangun sistim pelayanan kesehatan menuju smart hospital dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan RS” lanjut Menkes.  

Penguatan Tata kelola organisasi dan tata kelola klinik yang baik, serta dengan mengembangkan Green Hospital dan Smart Hospital diharapkan dapat meningkatkan mutu dan keselamatan pasien di Rumah Sakit, serta meningkatkan efisiensi Rumah Sakit

“Dalam menghadapi Globalisasi dan Era JKN, Persi sebagai Assosiasi Perumahsakitan diharapkan dapat mendorong anggotanya agar dapat terus menerus berperan aktif dalam upaya meningkatkan layanan kesehatan di RS dalam era digital JKN untuk menunjang tata kelola organisasi dan tata kelola klinik yang baik” tutup Prof. Nila mengakhiri sambutannya.

*sumber : Ditjen Yankes Kemkes RI

© 2016, bastamanography.id.

saya percaya para pengunjung dan pembaca tulisan-tulisan di website ini adalah mereka yang termasuk golongan cerdas dan terpelajar, yang mampu berkata santun, berkritik disertai saran yang membangun dalam berkomentar, terima kasih ..