Kesehatan Sebagai Pilar Utama Kedaulatan Bangsa

Keberhasilan pembangunan termasuk pembangunan kesehatan di Indonesia sangat terkait dengan kehadiran paradigma kebangsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Paradigma kebangsaan pada hakikatnya adalah pola sikap, pola pikir dan pola tindak yang harus melekat dalam setiap sanubari rakyat Indonesia, khususnya para pemimpin, para pengambil kebijakan, termasuk pengambil kebijakan di bidang kesehatan. Paradigma kebangsaan merupakan acuan dasar untuk melihat apakah pembangunan nasional termasuk pembangunan kesehatan bangsa Indonesia sudah sesuai dengan tujuan nasional atau tidak.

Paradigma kebangsaan Indonesia telah tertuang di dalam nilai-nilai Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Seharusnya dengan menjalankan secara sungguh-sungguh ke-empat paradigma kebangsaan, yang juga merupakan konsensus nasional tersebut, dapat mengarahkan dan menjamin keberhasilan pencapaian tujuan nasional. Secara lebih spesifik lagi adalah tujuan pembangunan nasional bidang kesehatan merupakan salah satu komponen untuk memajukan kesejahteraan umum dan mempertahankan kedaulatan negara.

Pembangunan kesehatan juga membutuhkan suatu paradigma pembangunan guna mendukung terwujudnya kedaulatan kesehatan bagi rakyat Indonesia. Paradigma tersebut dapat disebut Paradigma Sehat Berdaulat, suatu pandangan pembangunan yang memungkinkan seluruh sumberdaya kesehatan di Indonesia secara berdaulat untuk menentukan sendiri dan menjamin terwujudnya hak-hak kesehatan bagi seluruh rakyat dan bangsanya. Kedaulatan kesehatan lebih dari sekedar berbicara ketahanan kesehatan, apalagi kecukupan kesehatan.

Salah satu upaya yang dapat ditempuh untuk mewujudkan paradigma sehat berdaulat adalah dengan melakukan rekonstruksi pemikiran dan wawasan para pemimpin dan calon pemimpin nasional. Rekonstruksi ini dimaksudkan agar pemimpin dan calon pemimpin  memiliki visi dan misi kepemimpinan untuk menerapkan pradigma sehat berdaulat, sehingga dalam menjalankan kepemimpinannya ia lebih peduli dan menyentuh penyelesaian problematika struktural pembangunan kesehatan. Problematika struktural kesehatan bangsa ini perlu mendapatkan prioritas berupa tujuh langkah optimalisasi, yaitu:

  1. Optimalisasi pemerataan pelayanan kesehatan dengan memeratakan tenaga profesional kesehatan strategis dan fasiltas kesehatan primer;
  2. Optimalisasi program kesehatan masyarakat dengan penekanan pada upaya promotif dan preventif;
  3. Optimalisasi sarana kesehatan;
  4. Optimalisasi program kesehatan ibu dan anak;
  5. Optimalisasi pelayanan  gizi kurang dan kewaspadaan terhadap gizi buruk serta gizi berlebih;
  6. Optimalisasi penerapan jaminan kesehatan yang bersifat universal coverage sebagai penopang sistem pelayanan kesehatan perorangan;
  7. Optimalisasi program pendidikan kedokteran dan SDM Kesehatan lainnya yang berorientasi kepada sistem pelayanan yang berbasis kondisi sosio-kultural masyarakat Indonesia.

Sudah saatnya dibangun konsep pembangunan kesehatan paripurna yang menggunakan Paradigma Sehat Berdaulat. Saatnya pula pembangunan kesehatan ditata dan diorientasikan untuk memberikan pelayanan kepada seluruh rakyat secara berkeadilan. Karena itu pemerataan pelayanan kesehatan yang bermutu menjadi syarat mutlak dari suatu ikhtiar untuk merawat nilai-nilai kebangsaan dan ke-Indonesiaan. Syarat ini tak mungkin dapat ditawar. Ikhtiar merawat nilai-nilai kebangsaan tersebut merupakan upaya untuk selalu menghadirkan secara tulus ikhlas ke-empat paradigma nasional yang sekaligus konsensus nasional dalam kehidupan rakyat berbangsa dan bernegara. Membiarkan disparitas pelayanan kesehatan tanpa jalan penyelesaiaan tentu saja menjadi ancaman serius terhadap kedaulatan nasional dan paradigma kebangsaan kita.

© 2017, bastamanography.id.

saya percaya para pengunjung dan pembaca tulisan-tulisan di website ini adalah mereka yang termasuk golongan cerdas dan terpelajar, yang mampu berkata santun, berkritik disertai saran yang membangun dalam berkomentar, terima kasih ..