Menggugat IDI Sebagai Organisasi Profesi Tunggal

Rasanya kata-kata Prof. DR. Dr. Sudigdo Adi, SpKK (K) yang ditulis sebagai komentar di postingan Dr. Patrianef di Facebook, dan saya sadur ke akun twitter saya, sangat sesuai menggambarkan kondisi dalam tulisan Dr. Patrianef di Kompasiana yang menanggapi tentang penngajuan judicial review terhadap UU Praktik Kedokteran dan UU Pendidikan Kedokteran ke Mahkamah Konstitusi – dapat dibaca disini ,

**********

Saat ini organisasi profesi dokter sedang diuji dasar hukumnya melalui Judicial Review UU No. 29 tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran. UU ini diuji oleh 32 orang Dokter yang bertindak secara peseorangan dan UU tersebut mengakibatkan kerugian pada mereka dalam beberapa hal.

Hak menguji UU adalah hak yang melekat pada setiap warga negara.

Salah satu materi yang diuji adalah kewenangan IDI sebagai organisasi profesi satu satunya yang tertulis dalam Pasal 1 angka 12 dan Pasal 38 ayat 10 huruf C.

Ketentuan Pasal 1 angka 12 menurut mereka merugikan hak konstitusional para pemohon yang merupakan anggota Perhimpunan Dokter Spesialis. Menurut mereka Perhimpunan Dokter Spesialis juga berhak disebut sebagai organisasi profesi.

Jika Judicial Review UU Praktek Kedokteran ini dikabulkan maka akan banyak timbul Organisasi Profesi Kedokteran di Indonesia, karena masing masing PDSp juga akan menjadi organisasi profesi. Akan ada 36 organisasi Profesi Dokter Indonesia.

akan ada:

Organisasi Profesi Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Organisasi Profesi Dokter Spesialis Bedah

organisasi Profesi dokter Spesialis Anak

dan selanjutnya sampai 36 organisasi Profesi.

Mau tidak mau hal ini akan kita hadapi jika JR UU Prakdok ini dikabulkan, apakah organisasi profesi dokter akan semakin lemah atau semakin kuat, waktu yang akan menjawabnya. kata orang sekumpulan lidi yang dibuat menjadi sapu akan lebih kuat dan lentur jika dibandingkan dengan sebuah dahan kayu. Tetapi kalau ada 36 lidi yang terpisah pisah tentu saja akan lebih lemah dan mudah dipatahkan bahkan gampang saja dibakar.

Tetapi dimanapun dunia, hanya mengenal satu profesi dokter, satu profesi notaris, satu profesi guru dan seterusnya. jika kita analogkan yang terjadi ini pada organisasi profesi pilot. maka akan ada banyak organisasi profesi pilot.

Pilot Boeing

Pilot Airbus

Pilot CN dst

Pilot Garuda, Pilot Lion, Pilot Sriwijaya, Pilot Air Asia, dst

Apapun hasil yang ada bakal kita terima, atau bisa saja dilakukan legislatif review untuk perbaikan UU Prakdok yang memang sudah berusia cukup lama.

Sudah saatnya IDI berbenah diri, perkembangan profesi kedokteran dan teknologi kedokteran sudah sangat maju. Tidak cukup bagi PB hanya mengurus kompetensi, sertifikasi atau malahan mengurus Koperasi. Dunia sudah berjalan jauh, sementara IDI mungkin saja masih terperangkap dengan paradigma lama. Sepertinya duduk bersama sama akan lebih baik Demi untuk dunia kedokteran yang lebih baik.

Jakarta, 28 Februari 2017

Patrianef Patrianef

*Sumber : Kompasiana

© 2017, bastamanography.id.

saya percaya para pengunjung dan pembaca tulisan-tulisan di website ini adalah mereka yang termasuk golongan cerdas dan terpelajar, yang mampu berkata santun, berkritik disertai saran yang membangun dalam berkomentar, terima kasih ..