Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia

Masih segar di ingatan saya, di tahun 2015, di suatu rapat di antara Bappenas, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (KDPDTT), Kementerian Kesehatan, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) membahas konsep “Rumah Sehat” yang dalam perjalanannya menjadi “Rumah Desa Sehat” yang disesuaikan dengan lingkup wilayah kerjanya di tingkat Desa, dimana dr. Hanibal Hamidi, MKes (Direktur Pelayanan Sosial Dasar, Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa,Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi), menyebutkan bahwa dalam konsep “Rumah Sehat” terdapat unsur “Dokter Komunitas” yaitu seorang yang berprofesi sebagai dokter dengan paradigma kedokteran komunitas yang bekerja di masyarakat Desa dengan menitikberatkan promotif preventif daripada kuratif serta rehabilitatif dan menjunjung tinggi kearifan lokal serta kedaulatan Desa.

Sontak ibu Nina Sardjunani (Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan) menyebutkan bahwa tidak dikenal istilah “Dokter Komunitas”, tetapi yang ada adalah “Dokter Layanan Primer”. Dan pernyataan ini diamini serta ditegaskan oleh dr. TB Rahmat Sentika, SpA, MARS (Deputi Menko PMK Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan) dan drg. Usman Sumantri, MSc (Kepala PPSDM Kementerian Kesehatan). Namun saya bersama dr. Hanibal tetap yakin dan tetap mempertahankan bahwa ada “Dokter Komunitas”, terutama saya yang sangat yakin karena saya yang pernah mendapat mandat menjadi pengurus di Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) masa bakti 2009-2012, mengetahui bahwa ada anak organisasi IDI di wilayah Perhimpunan Dokter Seminatan (PDSm) yang khusus tentang “Dokter Komunitas”, yaitu Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI).

PDK3MI merupakan sebuah komunitas atau perhimpunan yang beranggotakan dokter, warga negara indonesia yang mempunyai ijazah atau sertifikat keahlian dalam Ilmu Kedokteran Komunitas dan Ilmu Kesehatan Masyarakat dan terdaftar sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Di Surabaya, tanggal 1-3 Desember 1999, diadakan Musyawarah  Nasional BKSIKMKPFKI (Badan Kerja Sama Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Ilmu Kedokteran pencegahan Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran se-Indonesia) yang mempunyai agenda Workshop ”Peran Ilmu Kesehatan Masyarakat dalam Pendidikan di Fakultas Kedokteran Saat ini dan Masa Depan” di Hotel Sahid, sekaligus dilakukan Musyawarah Nasional BKSIKMKPFKI. Tujuan dari Workshop itu adalah untuk:

  1. membuat dan merumuskan kesepakatan mengenai Kurikulum Ilmu kesehatan Masyarakat – Kedokteran Pencegahan ;
  2. membentuk jaringan pengelola Ilmu Kesehatan Masyarakat – Kedokteran Pencegahan ; dan
  3. membentuk Ikatan Profesi Dokter Kesehatan Masyarakat Indonesia;

Musyawarah  Nasional BKSIKMKPFKI tersebut menghasilkan dua Deklarasi pada tanggal 3 Desember 1999, sebagai berikut: 

  1. Deklarasi Peresmian BKSIKMKPIKKFKI      
  2. Deklarasi Pendirian PDKMI

Pada hari Jum’at , 20 September 2002, ke lima formatur PDKMI tersebut diatas, membuat akte Notaris Nomor 27/2002 pada notaris Nyoman Gede Yudara ,SH. di Surabaya, tentang badan hukum PDKMI.

Bahwa kemudian di hotel Sahid Surabaya, 21-22 September 2002 diadakan Musyawarah Kerja Nasional BKSIKMKPIKKFKI. Dalam Musyawarah Nasional tersebut dicapai keputusan yaitu para wakil bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Kedokteran Pencegahan, Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran se-Indonesia memberikan kuasa kepada Ketua periode 2000-2003  untuk menyempurnakan tata tertib dan mengesahkan keberadaannya di depan  Notaris.

Dalam Musyawarah Kerja Nasional BKSIKMKPIKKFKI di Surabaya  21-22 September 2002 tersebut juga  diadakan Kongres Nasional PDKMI Dalam Kongres tersebut dicapai keputusan yaitu:

  1. Perubahan nama PDKMI menjadi PDKMKKI
  2. Penyusunan Susunan Organisasi PDKMKKI
  3. Registrasi Anggota PDKMKKI
  4. Penyempurnaan Organisasi
  5. Menyelenggarakan Kongres Nasional  PDKMKKI di Yogyakarta tahun 2003
Logo PDK3MI

Bahwa sementara itu juga diadakan berbagai pertemuan di tingkat nasional  yang juga menghasilkan wacana diantara para pakar ilmu kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk menyamakan visi, misi, persepsi dan aspirasi perihal peran ilmu kesehatan masyarakat baik di perguruan tinggi maupun ditengah-tengah masyarakat, yaitu telah di lakukan di Yogyakarta Desember tahun 1997, di Jakarta Maret 1999 dan di Surabaya Desember 1999, di Malang pada bulan Februari 2000. Maka kemudian para pakar IKM-IKP-IKK, pada Rapat Kerja  tanggal 29-30 September 2000 di Jakarta, sepakat untuk membentuk PERHIMPUNAN DOKTER KEDOKTERAN KOMUNITAS dan KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA disingkat PDK3MI, dengan menggunakan nama Internasional The Indonesian Physician of Community Medicine and Public Health Association.

PDK3MI mendapat pengakuan dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB-IDI) melalui SK Nomor 139/PB/A.4/09/01  Tanggal 10 September 2001, atas nama dr. Resna A. Soerawidjaja MPH. bahwa PDK3MI merupakan Perhimpunan Dokter Seminat.

Bahwa kemudian diadakan Kongres Nasional PDK3MI & PDKMKKI di Yogyakarta tgl 13 – 14 Agustus 2004, dalam Kongres tersebut diadakan penggabungan  PDKMKKI dan PDK3MI, dengan menggunakan satu nama yaitu PDK3MI.

Bahwa kemudian diterbitkan Surat Keputusan Sementara  tentang Penunjukan Ketua PDK3MI Pusat Sementara yaitu kepada Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti, MSc., PhD., pada tanggal 21 Mei 2006 oleh Pengurus PDK3MI  Periode 2001-2004.

Kemudian di Solo 15-16 Desember 2006 diadakan kembali MUSYAWARAH NASIONAL BKSIKMIKPIKKFKI & KONGRES NASIONAL PDK3MI yang menghasilkan keputusan terbentuknya Badan Pengurus BKSIKMIKPIKKFKI sekaligus Pengurus PDK3MI Surat Keputusan Nomor 1/PDK3MI/12/2006 periode 2007-2009

Malang, 19 – 21 Januari 2011 di Purnama Hotel Jalan Raya Selekta, Batu, Jawa Timur – Indonesia, diadakan Musyawarah Nasional BKSIKMIKPIKKFKI dan Kongres Nasional PDK3MI melalui Sidang Organisasi terpilih Badan Pengurus BKSIKMIKPIKKFKI dan PDK3MI masa bakti 2011 – 2014

Pada tanggal 3 ‎Agustus ‎2011 diadakan pelantikan Pengurus PDK3MI masa bakti 2011-2014 oleh Ketua PB IDI, Dr. Prijo Sidipratomo, SpRad(K) dan Menteri Kesehatan RI Dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH di gedung Dr. Adhiatma, MPH., Kementerian  Kesehatan RI dengan Surat Keputusan PB IDI Nomor 1155/PB/A.4/04/2011 tentang Pengukuhan Personalia Pengurus Besar PDK3MI Periode 2011 – 2014 sebagai Perhimpunan Dokter Seminat (PDSm), yang artinya PDK3MI adalah anak organisasi IDI, dimana telah dinyatakan di dalam Undang-undang bahwa IDI merupakan satu-satunya organisasi profesi kedokteran di Indonesia.

Saya rasa penjelasan di atas tentang “Dokter Komunitas” sudah sangat jelas, sehingga sangat aneh rasanya jika pada saat itu para senior, para kolega dan para pejabat di lingkup kesehatan sangat menentang konsep “Dokter Komunitas” di dalam lembaga “Rumah Desa Sehat”. Ataukah itu retorika birokrasi atas nama bangsa? 

Jika ingin mengetahui lebih jelas tentang PDK3MI silakah kunjungi situsnya disini.

© 2017, bastamanography.id.

saya percaya para pengunjung dan pembaca tulisan-tulisan di website ini adalah mereka yang termasuk golongan cerdas dan terpelajar, yang mampu berkata santun, berkritik disertai saran yang membangun dalam berkomentar, terima kasih ..