Perkuatan Pembangunan Kesehatan Melalui Riset

Sebagaimana telah dikemukakan di tulisan sebelumnya (baca: Peran Riset Kesehatan Terhadap Kebijakan Kesehatan) sistem kesehatan adalah keseluruhan komponen baik menyangkut upaya maupun sumber daya yang diarahkan untuk peningkatan kesehatan masyarakat. Kesehatan masyarakat adalah suatu cabang ilmu kesehatan yang sangat kompleks dan melibatkan multidisiplin ilmu. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Sir Donald Acheson, “Public health is the art and science of preventing disease, promoting health, and extending life through the organized efforts of society”.

Tak pelak, riset di bidang sistem dan kebijakan kesehatan bersifat multidisplin yang melibatkan banyak ilmu dalam kelompok “soft science”, seperti antropologi, epidemiologi, ilmu politik, sosiologi, manajemen, dan ekonomi. Hal demikian berbeda dengan penelitian dasar yang banyak berangkat dari kelompok “hard science”, seperti parasitologi, biologi, fisiologi, biokimia, biomolekuler, atau ilmu kedokteran. Karena riset sistem dan kebijakan kesehatan bersifat multidisiplin, maka lembaga sebagai host penelitian di bidang ini bisa berada di mana saja, misalnya Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Fakultas Ekonomi, Fakutas Sosial Politik, atau lembaga penelitian kesehatan masyarakat lainnya.

Sistem kesehatan di negara berkembang, termasuk di Indonesia, menghadapi banyak masalah terkait dengan kekurangan dan mal-distribusi sumber daya (pembiayaan, sumber daya manusia, obat dan perbekalan kesehatan, dan pengetahuan) serta masih rendahnya cakupan dan mutu pelayanan kesehatan. Di samping hal tersebut, masalah lain yang dihadapi oleh sistem kesehatan di Indonesia adalah isu-isu yang berhubungan dengan manajemen dan kebijakan kesehatan serta pemberdayaan masyarakat.

Permasalahan sistem kesehatan di banyak negara, termasuk Indonesia, sebenarnya dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:

  1. permasalahan yang secara langsung dapat ditanggulangi dengan intervensi manajemen, dan
  2. permasalahan yang masih bersifat ambigu dan membutuhkan riset dan pengembangan.

 

No. Sub Sistem Tema Riset
1 SDM Kesehatan
  • Produksi dan pemanfaatan SDM kesehatan
  • Kompetensi SDM kesehatan
  • Sistem imbalan (remunerasi) SDM kesehatan
  • Penyebaran SDM kesehatan
  • Pendidikan dan pelatihan
  • Legislasi dan regulasi
  • Sistem informasi SDM kesehatan
  • Kinerja SDM kesehatan
  • Pengaruh situasi makro ekonomi dan politik terhadap kebijakan SDM kesehatan
2 Pembiayaan Kesehatan
  • Asuransi kesehatan masyarakat miskin (Askeskin)
  • Riset pengembangan sistem jaminan sosial nasional (SJSN) kesehatan (penghitungan ATP, WTP pelayanan kesehatan, dan premi asuransi kesehatan)
  • Case mix dan diagnostic related groups (DRGs)
  • Askes pegawai negeri sipil (PNS)
  • National health account, provincial health account, district health account
  • Community health insurance
  • Analisis anggaran kesehatan pemerintah
  • Perilaku konsumen dan provider dalam sistem asuransi kesehatan
  • Pembiayaan kewenangan wajib standar pelayanan minimal (KW-SPM)
  • Public private mix dalam pelayanan kesehatan
3 Obat & Perbekalan Kesehatan
  • Kebijakan dan manajemen obat
  • Kebijakan dan manajemen perbekalan kesehatan
  • Struktur harga obat
  • Kebijakan harga obat
  • Pengobatan rasional
  • Obat tradisional
  • Penapisan alat kesehatan
4 Upaya Kesehatan
  • Mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas dan jaringannya
  • Mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit
  • Penerapan standar pelayanan kesehatan
  • Akreditasi rumah sakit
  • Penerapan standar medik
  • Penerapan Balanced Score Cards (BSC) di rumah sakit
  • Pelayanan prima di institusi pelayanan kesehatan
  • Pengobatan alternatif dan komplementer
5 Pemberdayaan Masyarakat
  • Assessment Desa Siaga
  • Evaluasi kinerja upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) seperti Posyandu, Pos Obat Desa, Pos Kesehatan Kerja, dan lain-lain
  • Peran joint health council dan district health council dalam pembangunan kesehatan
  • Model pemberantasan penyakit menular (DBD, Avian Influenza, diare, dan lain-lain) dengan pemberdayaan masyarakat
  • Perilaku pencarian kesehatan
  • Sosiobudaya kesehatan
6 Manajemen & Kebijakan Kesehatan
  • Review peraturan perundang-undangan kesehatan di Indonesia
  • Evaluasi kebijakan atau program kesehatan
  • Model perencanaan kesehatan terpadu (PKT)
  • Evaluasi penyusunan Sistem Kesehatan Daerah
  • Kinerja sistem kesehatan
  • Burden of diseases (DALY, DALE, HALE)
  • Economic analysis (cost effectiveness analysis, cost utility analysis, cost benefit analysis) dari intervensi kesehatan
  • Analisis biaya satuan dan penetapan tarif pelayanan kesehatan
  • Analisis kebijakan
  • Ekuiti dalam pembiayaan dan pelayanan kesehatan
  • Advokasi kesehatan
  • Quality management di institusi pelayanan kesehatan (Puskesmas dan rumah sakit)
  • Desentralisasi kesehatan

Dari tabel di atas terlihat bahwa ruang lingkup riset di bidang sistem dan kebijakan kesehatan cenderung bersifat “tematik”, yang notabene sangat berbeda dengan riset di bidang biomedis yang cenderung berangkat dari “penyakit”. Namun demikian, perbedaan ini tidak terlalu jelas (clear cut), karena setiap intervensi pencegahan, pemberantasan, pengobatan, dan rehabilitasi suatu penyakit akan selalu terkait dengan pengelolaan program intervensi di masyarakat. Pengelolaan program intervensi kesehatan di masyarakat inilah yang menjadi obyek penelitian di bidang sistem dan kebijakan kesehatan. Pada dasarnya, riset di bidang sistem dan kebijakan kesehatan berusaha menemukan jawaban bagaimana mengelola sumber daya yang terbatas untuk mencapai sistem kesehatan yang efisien, bermutu, adil, dan berkesinambungan dari berbagai “menu” intervensi yang tersedia.

© 2017, bastamanography.id.

saya percaya para pengunjung dan pembaca tulisan-tulisan di website ini adalah mereka yang termasuk golongan cerdas dan terpelajar, yang mampu berkata santun, berkritik disertai saran yang membangun dalam berkomentar, terima kasih ..