Sachs MadAss 125

Masih ingat dengan motor merk Sachs MadAss 125 yang dilansir oleh Minerva Indonesia yang katanya “Jerman” tapi juga katanya “Cina”? 

Rasanya tidak mungkin lupa dengan motor yang meraih penghargaan European Sport Motorcycle Best Choice 2008, European Best Futuristic Design & Indonesia Motorcycle of The Year 2008 ini, dengan bentuk yang khas, bahkan banyak orang yang menyebut designnya adalah design “sepeda”. Tapi tetap ini adalah salah satu motor favorit saya. 😛 😆 

Ada 2 tipe yang di-launching, yaitu Minerva Sachs MadAss 125 Classic dan Minerva Sachs MadAss 125 XX, yang rasanya perbedaan dari keduanya itu tidak terlalu banyak.

 

 

Kelebihan Sachs MadAss 125 adalah :

  • Posisi tangki bahan bakar yang terletak di tengah sehingga anda tak usah capek-capek turun dari motor saat ingin mengisi bahan bakar (sama seperti Kawasaki Athlete), dengan kapasitas 5,3 Liter.
  • Menganut kopling manual, sehingga membuat akselerasi motor lebih spontan.
  • Sensasi berkendara dengan menaiki motor ini lebih terasa seperti menaiki sepeda BMX dengan stang yang lebih lebar.
  • Panel speedometer Minerva MadAss 125 berukuran mini, tapi terbilang lengkap dengan adanya trip meter serta jam digital. Kedua fitur ini umumnya hanya tersedia pada motor-motor sport berkapasitas besar.
  • Desain headlamp cukup unik dengan vertical twin-lamp berbentuk bulat. Ukurannya memang tidak besar, namun cukup terang, selain itu juga ada lampu beam.
  • Meskipun belum menggunakan injeksi, tapi sistem pembakaran Minerva MadAss 125 sudah lolos uji standar Euro III.
  • Velg motor cukup tebal dengan 3 palang berukuran besar membuatnya tahan banting terhadap medan jalanan yang rusak.
  • Diameter sokbreker depan dan belakang cukup besar & tebal membuat bantingan motor terasa nyaman.

Dan kekurangannya adalah :

  • Dengan bentuk motor yang terbilang mini, ukuran jok juga pendek. Jika berboncengan akan terasa agak sesak, apalagi jika berboncengan dengan orang berbadan besar.
  • Mesin agak bergetar saat dipacu pada RPM tinggi.
  • Posisi knalpot membuat hati was-was, apalagi letaknya yang melengkung ke atas (model undertail), jika tidak hati-hati dan menyentuh kaki, cukup untuk bikin melepuh kulit.
  • Tak ada indikator bahan bakar (sama seperti Kawasaki Athlete).
  • Finishing pada material mesin terlihat agak kasar.
  • Kunci setang terletak di kanan, sedangkan kunci starter ada di kiri. Lokasi yang terpisah membuatnya cukup merepotkan setiap kali pemilik motor ingin mengunci stang.
  • Dan untuk kecepatan, jangan berharap banyak pada motor ini bagi para penggemar “speed”.

 

 

*pict source : RevMoto

 

Saat tulisan ini dibuat, Minerva Sachs MadAss 125 dijual Rp.17.000.000,- (OTR Jakarta)

© 2017, bastamanography.id.

saya percaya para pengunjung dan pembaca tulisan-tulisan di website ini adalah mereka yang termasuk golongan cerdas dan terpelajar, yang mampu berkata santun, berkritik disertai saran yang membangun dalam berkomentar, terima kasih ..