Sedikit Hasil Belajar Tentang Shared Hosting, Cloud Hosting dan VPS

Jadi begini, hasil belajar secara otodidak yang didapat dari referensi berbagai sumber di internet, server sesungguhnya hanyalah sebuah PC yang aktif dan mendapatkan akses internet selama 22/7, atau dalam 24 jam dalam sehari. Jadi, sama seperti halnya PC pada umumnya, server juga menggunakan hardware seperti RAM, Disk Drive (Hardisk atau SSD), dan Proccesor. Hanya saja, spesifikasi hardware yang digunakan untuk menjalankan sebuah server tentunya tidak sama dengan PC (Personal Computer), mengingat hardware yang digunakan untuk server memiliki daya tahan dan spesifikasi yang lebih tinggi daripada PC biasa.

Selanjutnya, server tersebut ditempatkan di Data Center, dan harga untuk sebuah unit dan biaya perawatan server ini dapat dikatakan cukup mahal untuk orang awam.

Kemudian, agar server ini dapat lebih mudah dipasarkan, mudah digunakan serta didapatkan oleh client (dengan harga yang lebih murah), pemilik server dapat membagi server tersebut kedalam beberapa bagian, sehingga sebuah server digunakan oleh banyak orang sekaligus, dan istilah yang digunakan dalam pembagian inilah yang disebut dengan shared hosting, cloud hosting, dan VPS seperti yang beredar saat ini.

Adapun server yang benar-benar utuh (tanpa adanya pembagian resource) dan dikhususkan untuk digunakan oleh 1 client disebut dengan Dedicated Server, dan biasanya digunakan untuk menampung website bertraffic super padat.

Walaupun pada dasarnya shared hosting, cloud hosting, dan VPS sama-sama merupakan sebuah server yang telah dibagi-bagi dengan spesifikasi yang disesuaikan sesuai dengan keinginan pemilik server, terdapat perbedaan teknologi serta kekurangan dan kelebihan yang berbeda beda diantara mereka.

Untuk detilnya masing-masing, saya akan coba tuliskan satu persatu.

 

Shared Hosting

Shared hosting (Dalam bahasa Indonesia: Hosting berbagi) adalah jenis web hosting dimana dalam penggunaannya, sebuah dedicated server digunakan oleh banyak pengguna, tanpa adanya pembagian resource yang mengkhusus seperti RAM dan Proccesor untuk setiap client-nya, sehingga semua client yang berada di shared hosting menerima resource yang tidak beraturan, rentan down dan terkena suspend.

Sederhananya, RAM dan Proccesor yang ada di suatu server akan digunakan secara bersama-sama dengan client lainnya, tanpa adanya batasan.

Ketika provider hosting menganggap seorang client melanggar kebijakan penggunaan, mereka tidak akan segan-segan menjatuhkan suspend.

Suspend
ini biasanya dijatuhkan kepada pengguna yang dianggap memberatkan kinerja server (website terlalu banyak melakukan query, menghabiskan banyak bandwidth, dan memiliki traffic yang padat), dan ini bukan lagi menjadi hal yang aneh atau jarang terjadi bagi seseorang yang menggunakan shared hosting untuk menampung website miliknya.

Selain itu, shared hosting dikenal tidak stabil, dan cendrung membuat website lambat diakses karena besarnya jumlah pengguna yang berada pada suatu server.

Namun sebagai ganti dari kekurangannya tersebut, shared hosting dapat didapatkan dengan harga yang relatif sangat murah, bahkan dapat dibeli hanya dengan bermodalkan uang jajan yang dikasih ortu sekalipun.

Saat ini kebanyakan provider hosting juga telah menyediakan shared hosting dengan fitur yang cukup lengkap, seperti cPanel dan script auto-installer, seperti Softaculous yang dapat memudahkan pengguna dalam melakukan pengelolaan hosting.

Oh iya, shared hosting juga dikenal dengan istilah ‘hosting tradisional’, karena hosting dengan mekanisme kerja seperti ini terbilang sudah kuno dan memiliki kekurangan yang banyak, jika harus dibandingkan dengan kelebihan yang dimilikinya.

Dan di bawah ini video explainer tentang shared hosting dari GoDaddy,

 

Cloud Hosting

Cloud hosting (Dalam bahasa Indonesia: Hosting awan) adalah sebuah hosting yang hampir sama dengan shared hosting, dimana hosting ini adalah pembagian dari suatu dedicated server, hanya saja cloud hosting ini memiliki mekanisme yang lebih terorganisir dan sangat direkomendasikan kepada Anda yang memiliki website dengan traffic yang padat.

Berbeda dengan halnya shared hosting, pengguna yang menempatkan website miliknya di situs berbasis cloud hosting diharuskan untuk memilih resource yang digunakan untuk hosting miliknya, seperti RAM dan Proccesor.

Dengan adanya pembagian resource ini, Anda dapat menyesuaikan kebutuhan hosting dengan website yang Anda punya. Kabar baiknya, cloud hosting sangatlah stabil dan provider hosting tidak berhak untuk melakukan suspend terhadap clientnya dengan alasan memiliki traffic yang besar.

Dengan menggunakan cloud hosting, berarti Anda sudah membeli sebuah server dengan resource tertentu. Jika suatu website telah memiliki traffic yang padat sedangkan resource yang terdapat pada hosting yang Anda gunakan masih kecil, maka besar kemungkinan website akan menjadi lambat ketika diakses. Pada titik ini, provider hosting tidak berhak untuk melakukan suspend, karena resource yang digunakan oleh client sepenuhnya adalah milik client, dan tidak dapat diganggu-gugat.

Kemudian untuk pengguna yang merasa websitenya terasa lambat ketika diakses, mereka dapat mengatasi masalah tersebut dengan mengupgrade paket hosting ke paket yang lebih tinggi untuk mendapatkan resource yang lebih besar.

Biasanya, suatu provider hosting akan membedakan paket hosting mereka dengan kapasitas RAM (Dalam pembagian RAM dalam hosting, RAM juga disebut sebagai Virtual Memory) yang digunakan, mulai dari 256 MB, 512 MB, 1 GB, 2 GB, 4 GB dan seterusnya.

Dan di bawah ini video explainer tentang cloud hosting dari GoDaddy,

 

VPS (Virtual Private Server)

VPS atau Virtual Private Server (Dalam bahasa Indonesia: Server virtual untuk perorangan) adalah sebuah server yang juga terkadang disebut dengan istilah semi-dedicated server, karena dengan menggunakan VPS, kita dapat mendapatkan akses secara penuh terhadap server yang kita miliki.

Server hosting ini menggunakan sistem virtualisasi untuk memecah suatu dedicated server menjadi puluhan server virtual yang memiliki spesifikasi yang lebih kecil, itulah VPS.

VPS ini dikhususkan kepada Anda yang memiliki traffic yang padat (Estimasi: pengunjung > 15.000 pengunjung unik per hari).

Jika diminta untuk memilih, diantara shared hosting, cloud hosting, dan VPS, maka VPS menempati peringkat teratas dalam hal kestabilan, mengingat kita mendapatkan alokasi memory dan procesor yang mengkhusus (sama seperti halnya cloud hosting), namun untuk VPS, kita mendapatkan kontrol penuh atas pengelolaan server.

Selain dapat dijadikan web hosting, Anda dapat melakukan konfigurasi terhadap VPS yang Anda miliki menjadi server SSH, membuat proxy server, OpenVPN, mail server, dan masih banyak lainnya.

Namun sebagai ganti dari keuntungan yang didapat dari penggunaan VPS, Anda harus menyiapkan budget yang lebih untuk dapat menyewa sebuah VPS.

Selain itu, Anda tidak akan mendapat fitur control panel seperti cPanel, ataupun software auto-installer, seperti Softaculous pada saat membeli VPS. Jika Anda ingin mendapatkan fitur tersebut, Anda harus membeli lisensi dari software-software tersebut, itupun harganya cukup mahal ($20 per bulan untuk cPanel dan $1,5 per bulan untuk Softaculous)

Dalam hal pemeliharaan dan pengelolaan, VPS sangatlah berbeda dengan cloud hosting dan shared hosting. Berbeda dengan halnya cloud dan shared hosting yang dapat langsung dipakai (setelah melakukan pembelian) karena telah dilengkapi oleh berbagai macam fitur yang disediakan oleh provider hosting, pada saat Anda membeli sebuah VPS, yang Anda dapatkan hanyalah sebuah ‘server kosong’ yang tidak memiliki konfigurasi apapun didalamnya, terkecuali OS yang digunakan.

Anda tidak dapat begitu saja menjadikan VPS ini sebagai web hosting, karena sebelum menjadikan VPS sebagai web hosting, Anda harus melakukan konfigurasi terhadap VPS yang Anda punya hingga siap digunakan untuk menampung website yang Anda punya.

Dan untuk melakukan hal tersebut, Anda harus mengetahui syntax-syntax atau command line di Linux, atau paling tidak, Anda harus menemukan tutorial yang valid dan dapat membantu Anda untuk mengkonfigurasi VPS yang Anda miliki menjadi web hosting dari nol.

Maka dari itu, saya sendiri tidak begitu menyarankan Anda untuk menggunakan VPS jika Anda masih awam dalam bidang ini, karena ditakutkan jika nantinya Anda telah membeli VPS, Anda tidak dapat mengkonfigurasi VPS tersebut menjadi web hosting.

Terlebih lagi, kebanyakan provider hosting juga hanya menyediakan VPS un-managed, artinya mereka tidak mau ikut campur dalam pengelolaan VPS yang Anda punya dan Anda harus me-manage VPS secara mandiri, tanpa adanya bantuan dari pihak CS, jikapun ada provider yang mau memberikan bantuan, mereka hanya akan memberikan bantuan dalam skala kecil saja.

 

Dari segi harga, shared hosting memang cukup terjangkau, selain itu Anda tidak terlalu memerlukan kemampuan khusus dalam menjalankan hosting yang satu ini, bahkan shared hosting sendiri dapat dijalankan oleh orang awam sekalipun, berbeda dengan halnya dedicated hosting dan VPS yang membutuhkan kemampuan lebih dalam pengelolaan server, mengingat pengguna harus mengkonfigurasi ‘server kosong’ hingga menjadi siap pakai.

Adapun perbedaan mendasar yang terjadi diantara shared hosting, cloud hosting dan VPS dari segi pengunjung yang ditampung (hanya estimasi yang coba saya simpulkan) adalah sebagai berikut:

  • Shared hosting: Pengunjung < 5.000 unik per hari (kurang dari 5000 pengunjung unik per hari)
  • Cloud hosting: Pengunjung < 15.000 unik per hari (kurang dari 15000 pengunjung unik per hari)
  • VPS server: Pengunjung > 15.000 (lebih dari 15000 pengunjung unik per hari)

Mengingat setiap shared hosting, cloud hosting, dan VPS di setiap provider hosting memiliki spesifikasi yang berbeda beda, saya tidak dapat memberikan pembagian penggunaan server hosting yang sangat akurat.

 

Dan berikut salah satu promotional video yang menerangkan 3 hal di atas yang saya temukan di YouTube dan ini bukan merupakan promosi, support atau yang sejenisnya,

 

Mohon koreksi jika ada yang salah dan mohon tambahan ilmu jika ada yang kurang, terima kasih.

© 2017, bastamanography.id.

saya percaya para pengunjung dan pembaca tulisan-tulisan di website ini adalah mereka yang termasuk golongan cerdas dan terpelajar, yang mampu berkata santun, berkritik disertai saran yang membangun dalam berkomentar, terima kasih ..