Tragedi Tugu Tani (in memoriam)

 

Botol susu itu ia coba tempelkan ke mulut buah hatinya. Bocah itu yang bernama Yusuf bergeming dan dalam dekapan cinta sang ayah, Teguh, akhirnya sang anak pergi untuk selama-lamanya (salah seorang dari 9 korban serudukan maut, Tugu Tani, Jakarta)

Tulisan ini mengenang Tragedi Cikini yang terjadi di saat banyak orang sedang menikmati waktu bersama keluarga dengan hati riang di hari Minggu pagi, tanggal 22 Januari 2012, jam 11.12 siang, 5 tahun yang lalu …

9 orang meregang nyawa karena kecerobohan dari Afriyani, pengemudi Daihatsu Xenia maut B 2479 XI, menabrak para pejalan kaki di Jalan Ridwan Rais, kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat. Para korban tewas adalah :

  1. Moch Hudzaifah al Ujay (16 tahun)
  2. Firmansyah (21 tahun)
  3. Suyatmi (51 tahun)
  4. Yusuf Sigit (2,5 tahun)
  5. Ari (16 tahun)
  6. Nanik Riyanti (25 tahun – sedang mengandung, usia kehamilan 3 bulan)
  7. Fifit Alfia Fitriasih (18 tahun)
  8. Wawan (17 tahun)
  9. M Akbar (23 tahun)

 

 

Dari hasil pemeriksaan, Afriyani Susanti, terbukti mengonsumsi narkoba setelah menjalani tes urine di RS Kramat Jati, Jakarta Timur. “Pengemudi positif menggunakan sabu-sabu,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Senin (23/1/2012).

 

 

Ayah,

terima kasih telah mengajakku ke Monas,
aku belum pernah lihat Monas,
senang sekali hatiku diajak ayah melihat Monas

pagi itu aku digendong ibu,
kita jalan bersama ayah, nenek dan bibi,
pagi yang indah, cuaca pun cerah,
kita berjalan bersama menuju Monas

kita semua bahagia,
jarang sekali kita bisa jalan-jalan seperti ini,
ayah sibuk mencari nafkah,
aku sudah lama rindu ayah

Ayah,
tiba-tiba kita lihat mobil hitam itu melayang dari depan,
menggelinding menimpa kakak-kakak itu,
lalu menimpa kita semua,
aku pun terpental,
terlepas dari pelukan ibu

Ayah,
maafkan aku mendahuluimu,
aku masih sangat ingin bersamamu,
ingin bermain denganmu,
ingin berlama-lama dalam pelukanmu,
tapi Allah lebih menyayangiku,
Allah menginginkanku pulang …

Ayah,
terima kasih sudah berusaha keras menyelamatkanku,
terima kasih sudah mencoba memberiku minum,
terima kasih sudah memelukku dan menciumku,
aku sayang Ayah sampai kapanpun,

Ayah,
kita akan berjumpa kembali di alam yang jauh lebih baik daripada alam dunia …

 

Akhirnya kita semua hanya bisa mengatakan innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Semoga amal ibadah para korban dapat diterima di sisiNya dan keluarga yang ditinggalkan bisa tabah menghadapinya dan tidak terulang lagi kebodohan-kebodohan para pengemudi kendaraan.

 

 

 

 

© 2017, bastamanography.id.

saya percaya para pengunjung dan pembaca tulisan-tulisan di website ini adalah mereka yang termasuk golongan cerdas dan terpelajar, yang mampu berkata santun, berkritik disertai saran yang membangun dalam berkomentar, terima kasih ..